Setelit NASA Tangkap Rupa Matahari





Usaha Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) atau NASA menggeser posisi dua satelit pengintai terbaiknya ternyata tidak sia-sia.

Terbukti, dua satelit senilai US500 juta itu berhasil membidik rupa pusat tata surya dari berbagai penjuru. Dua satelit Solar Terrestrial Relations Observatory (Stereo) berada pada posisi yang tepat.Berada pada posisi hasil pergeseran, keduanya justru sanggup meneropong matahari dengan hasil yang sangat menakjubkan. Matahari, bintang yang setia sebagai pusat tata surya yang tampak kekuningkuningan bila dilihat dari bumi, kini tergambar jelas. Pada Minggu (6/2), matahari tepat berada di tengah-tengah kedua satelit Stereo.Dengan posisi seperti itu, menurut NASA, kedua satelit bisa membidik rupa fisik matahari lebih jelas dari sebelumnya. NASA berharap kedua satelit dapat mengambil potret matahari dengan putaran 360 derajat.



Kalau berhasil, hasil itu akan menjadi potret putaran 360 derajat matahari yang pertama sepanjang sejarah program antariksa. Diluncurkan pada 2006,dua satelit kembar pada awalnya diposisikan terpisah dalam rentang jarak tertentu. Misi utama keduanya adalah untuk mempelajari ledakan besar yang diciptakan matahari. Konon, ledakan itu mampu menyemburkan miliaran ton partikel ke arah bumi. Partikel-partikel yang tersembur dari pusat tata surya barangkali indah kalau diteropong lewat kamera khusus. Meski demikian, semburan partikel tetap memiliki efek negatif. Dipaparkan NASA, semburan partikel kerap mengaburkan pandangan astronot atau hanya pesawat antariksa yang tengah menjelajah dekat matahari.

Tidak hanya itu,semburan partikel yang mampir ke bumi pun terkadang mengacaukan beberapa sistem utama,termasuk listrik dan satelit. Profesor Richard Harrison dari Laboratorium Rutherford Appleton,Inggris,yang menjadi investigator proyek menerangkan bahwa kedua satelit telah memberikan gambar-gambar terbaik matahari.“Berada jauh dari garis lurus matahari–bumi, Anda bisa memasang jarak antara matahari dan bumi, lantas melihat awanawan serupa Coronal Mass Ejections (CMEs),” paparnya.

CMEs merupakan istilah yang digunakan ilmuwan untuk menyebut partikel yang tersembur dari matahari. (BBC/The Guardian/Time/ika) 





sumber

NASA Tangkap Nyanyian Fajar dari Luar Angkasa

NASA Tangkap


Suara aneh mirip dengungan ditangkap oleh satelit kembar Radiation Belt Storm Probe (RBSP) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang baru diluncurkan 30 Agustus 2012 lalu.Dua satelit tersebut menangkap gelombang yang radio mirip kicauan dan siulan yang dipancarkan magnetosfer Bumi pada Rabu 5 September 2012 lalu. Menangkap suara "nyanyian" Bumi.  Dengarkan suaranya di tautan ini.

Craig Kletzing, dari University of Iowa, adalah peneliti utama Electric and Magnetic Field Instrument Suite and Integrated Science (EMFISIS), instrumen yang ada dalam dua satelit tersebut. Ia mengatakan, manusia sejatinya sudah mengetahui suara ini selama beberapa dekade."Penerima gelombang radio terbiasa menangkapnya, terdengar seperti kicauan burung," kata dia seperti dimuat Daily Mail. 

"nyanyian fajar" Suara itu biasanya mudah didengar kala pagi, berbarengan dengan suara burung.Suara tersebut dipancarkan oleh partikel energik di tingkat atas dari magnetosfer Bumi, sebelum akhirnya bunyi itu berbalik ke sabuk radiasi yang mengelilingi Bumi.

Satelit kembar RBSP kadang-kadang melayang rendah 37s mil di atas tanah, terkadang hingga ketinggian 20.000 mil. Tujuan dua satelit itu adalah untuk mempelajari Sabuk Van Allen yang mengelilingi Bumi, khususnya mengungkap partikel pembentuk sabuk radiasi. (*/ray)





source