Ikan Emas Bermain Bola Sepak

Ikan Emas

BRITAIN – Kebanyakan ikan akan melarikan diri daripada jaring, tetapi tidak si Ikan Emas Span. Dia dikenali sebagai ikan yang pandai bermain bola.
Tuan Pan, Peter Battison melatih ikan emas itu dengan memberikan kata-kata semangat kepada ikan itu untuk bermain bola sepak
“Tolak bola itu, tolak bola itu, bagus Span,” katanya melatih.
Pemiliknya yang berumur 80 tahun menyedari kemahiran bersukan Span selepas beliau menghadiri kelas manual melatih ikan emas.
“Biasanya untuk melatih ikan mulakan dengan memberi hadiah atau upah, umpama gaji pemain bola untuk mendorongnya berenang menembusi cincin.Selepas memperkenalkan beberapa halangan anda boleh menggunakan bola itu. Bola itu diperbuat dari plastik dan tidak boleh timbul,” katanya.
Ikan emas itu sudah pun mengutip kira-kira 30 pound untuk satu badan kebajikan di Exeter dan menerima ramai peminat. Sedihnya, ikan emas itu tidak boleh menandatangani autgraf.

Perusuh Bola Sepak Dihukum Mati


Perusuh Bola Sepak Dihukum Mati
Perusuh Bola Sepak Dihukum Mati - KAHERAH : Sebuah mahkamah di sini menjatuhkan hukuman mati ke atas 21 orang yang didapati bersalah terlibat dalam rusuhan bola sepak yang menyaksikan 74 orang terbunuh.
Di dalam mahkamah, ahli keluarga tertuduh seakan-akan tidak percaya dengan keputusan tersebut. Mereka kemudian mengangkat tangan dan melaungkan ‘Allahu akbar’.
Dalam satu kenyataan yang disiarkan di televisyen, hakim akan mengumumkan hukuman ke atas 52 lagi defendan, termasuklah sembilan orang pegawai keselamatan pada 9 Mac depan.
Rusuhan antara penyokong pasukan Al-Masry dari Pelabuhan Said dan peminat pasukan Al-Ahly dari Kaherah disifatkan sebagai keganasan bola sepak paling buruk di dunia dalam tempoh 15 tahun. – AFP

Manusia Penghuni Kutub Punya Otak dan Bola Mata Lebih Besar

Penelitian terbaru menunjukkan orang yang hidup di daerah kutub mempunyai bola mata dan otak yang lebih besar.

Peningkatan ukuran otak dan mata ini memungkinkan seseorang melihat lebih baik dari pada mereka yang tinggal di katulistiwa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYz-b-bGs73x_NHm9XSaOS9Zk4s-9Ph8ClaPKNNuwcatjWn8sc59h91uI0V5HRY1IClGfdAiZGba2WbU5lxI3RyiJLHrWfg7CIzn10tV8EwdjkiPK32jKCGUXqhn6VePJtvkE4dxK16w/s1600-r/eskimo-family.jpg

"Seseorang yang tinggal di daerah kutub akan memiliki bola mata 20 persen lebih besar dari mereka yang tinggal di equator," kata Kepala Institute of Cognitive & Evolutionary Anthropology Universitas Oxford, Robin Dunbar seperti dilansir laman Discovery News.

"Orang yang tinggal di garis lintang tinggi mempunyai aktivitas visual yang lebih tinggi dari pada yang tinggal di sekitar equator," tambah Dunbar.

"Intinya, mereka memiliki penglihatan lebih baik untuk mengatasi tingkat pencahayaan yang kurang di daerah garis lintang tinggi."

Untuk penelitian ini, Dunbar dan koleganya, Eiluned Pearce meneliti 55 individu dari 12 populasi berbeda.

Penelitian ini difokuskan pada volume dan kapasitas tengkorak. Individu yang diteliti merupakan orang yang hidup pada 200 tahun lalu dan tengkoraknya menjadi koleksi Museum Universitas Oxford.

Penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara garis lintang dengan volume otak. Otak terendah dimiliki oleh jenis Micronesia yang banyak tinggal disekitar garis katulistiwa dengan berat otak 40,6 ons.

Sedangkan otak yang lebih besar dimiliki jenis Scandinavia yang banyak tinggal di sekitar kutub dengan berat 50,2 ons.

Tengkorak warga penghuni Kutub Utara tidak dimasukkan, tapi peneliti membuat perkiraan 20 persen lebih besar berdasarkan data yang mereka punya.

Namun, para peneliti dengan cepat mengatakan volume otak ini tidak terkait dengan tingkat kecerdasan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Eskimo_Family_NGM-v31-p564-2.jpg

"Intinya, yang kami maksudkan orang memiliki otak lebih besar pada orang yang tinggal di garis lintang tinggi, bukan berarti mereka lebih cerdas. Ini hanya berarti mereka memiliki peningkatan volume otak yang digunakan untuk penglihatan dan ini telah meningkatkan ukuran otak secara keseluruhan," kata Pearce.

Bola mata yang lebih besar memungkinkan gambar yang jatuh ke daerah photoreceptor lebih kecil sehingga lebih jelas untuk membedakan.

Jumlah pencahayaan di bumi semakin menurun seiring peningkatan garis lintang. Sehingga, orang-orang yang tinggal di daerah garis lintang tinggi perlu meningkatkan penglihatan.


Sumber :
vivanews.com